Nikah, pokoknya nikah. Kalo ga’ boleh, aku mau……….
Kebayang ga?
Gimana sih rasanya nikah, enak, susah, seneng, duka, campur-campur?
Fiuh…,
“Sayang”…, besok tagihan rumah dah jatuh tempo, kredit motor juga harus dilunasi secepatnya, anak-anak minggu depan dah mulai masuk sekolah. Dan hari ini hari terakhir daftar ulang. Sayang adek minta ini….Sayang bapak harus cek kesehatan…. Yang….dan Yang… Yang….Sayang….
Seribu satu permasalahan tiba-tiba muncul begitu saja. Setelah sebelumnya tak pernah terpikirkan apalagi mempersiapkan buat antisipasi. Kemesraan kami dahulu terasa tetelan dengan dalam kerelung jiwa kami. “Mamas ku sayang”, begitu ia memanggilku mesra. Setiap saat dan setiap waktu ia selalu ada disisi sayup hatiku.
Mungkin memang salahku, tidak mempersiapkan dengan matang kondisi perekonomian kami sebelum menginjak masa pernikahan. Walau kami sudah sepakat tak akan pernah mempermasalahkan dan tak pernah saling mernyalahkan tentang keadaan yang kini kami jalani. Tapi terkadang hatiku pilu melihat “dindaku” tercinta tak sebebas dahulu membelanjakan uang hasil keringatnya demi senyum kami berdua. Gaji yang hanya dua juta_an milik kami berdua, harus kami alihkan untuk membayar rumah baru kami seharga seratus duapuluh juta.
Rumah yang aku rasa masih lebih sempit dari rumah orangtuaku dahulu, ternyata harus menyita uang penghasilanku berbulan-bulan. Gaji istriku pun harus juga ikut menopang keberlangsungan hidup kami bersama. Namun, setiap kali jemari manis dindaku tersayang mengulurkan hasil jerih payahnya selama sebulan, untuk disatukan dengan milik-ku ditabungan, senyum indah merekah semanis bunga seluruh taman selalu ia berikan kepadaku. Aku sungguh bahagia. Tak sanggup aku untuk tak memeluk dinda seerat cinta seluruh jiwa. Perasaan sayang tiada tara. Untukmu dindaku tercinta.
To be continued…
BY: Fajar Rulhudana
Tambahan kata mutiara.
1. Semakin meningkat bacaan Orang, maka akan semakin meningkat ilmu pengetahuan seseorang dan semakin meningkat pula peradabanya.
2. Dengan akal manusia bisa berkembang dan mampu mengembangkan diri, namun pengembangan ini harus dituntun dengan hati nurani, agar tidak menuju pada kerusakan. Hati nurani ini bisa dikuasai hawa nafsu apabila tidak mendapatkan bimbinngan dan cahaya ilahi. ( Lassa HS, “Gairah Menulis”)
3. Bacalah atas nama TuhanMu, yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan tuhanMulah yang maha mulia. Dialah yang telah memberikan ilmu pengetahuan yang sebelumnya tidak dikeahuinya. (QS. AL-Alaq: 1-5)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
3 comments:
nikah....deu...semua orang juga mau kaleee...
tapi mesti kuatkan visi :
'bukan hanya untuk sekedar bahagia, tapi bersama meraih surga...'
gitu....
Hummmm...
bicara nikah emang gak ada habis nya euy....
:P
Post a Comment